Posts

Showing posts from January, 2022

CERPEN - HUJAN DAN ANYELIR PUTIH (Karya Yogua Ziafa)

Image
Guys, sebelum ke cerpen, aku mau ngasih info kalau cerpen ini diambil dari buku antalogiku terbitan RWTC yang judul bukunya 'Kunamai Dia Rindu'. Tapi tulisan ini enggak sama persis kayak yang di buku. Ada revisi ala-ala yang aku lakukan. Oke, gitu aja mungkin ya infonya hhe. Yang mau baca cerpennya, yuk, langsung aja. Selamat menikmati, semoga temen-temen suka^^   (Sumber gambar: Koleksi pribadi) Hujan dan Anyelir Putih Apa yang kau rasakan ketika hujan menyapa? Kurasa hujan dan anyelir putih sudah menjadi gambaran rasaku saat ini. Kau tau itu .... Tentang pria yang kucinta. Pria itu –dia harapanku. Wedge heels hitam milikku terus bernada seiring langkah yang kuayunkan. Tak … tak … tak! Para wanita yang juga berlalu-lalang di trotoar, tak mau kalah mengalunkan heels catiknya. Tapi tetap saja, suara bus double-decker dan klakson taxi hackney mampu menutup ricuhnya langkah para gadis cantik London. Aku sibuk mencari kartu oyster di tas. Tanganku terus merogoh tas; matak...

CERPEN - SI PAK TUA ITU (Karya Yogua Ziafa)

Image
  (Sumber gambar: Koleksi pribadi)   Si Pak Tua itu  Selama aku di sini setidaknya aku ingin bertanya, bagaimana rasanya menjadi manusia? Hal berat apa yang membuat manusia sampai-sampai susah melangkah? Maaf, aku hanya bisa bertanya. Sebab aku hanyalah ilalang. Ilalang yang gemar mengamati manusia lebih tepatnya. Aku tinggal berdampingan dengan mama-papa-adikku, begitu pula teman-temanku ada di sisi kananku;   kiriku; ada juga yang di seberangku. Bahkan aku punya kenalan di kota sebelah. Kenalanku itu bernama Gita. Gita sering menitip salam kepada lebah ataupun kupu-kupu untuk menyapaku. Kata Elly si kupu-kupu, paras Gita sangat cantik. Badannya langsing, daun hijaunya   lebar, serta yang menjadi ciri khas cantiknya Gita adalah bunga kuning besarnya yang memikat. Meski Gita dan aku tahu bahwa kami beda ras, kami tetap berteman. Bahkan Gita masih bersikap baik dan sering menyelipkan pujian saat menyapaku. Katanya parasku cantik. Aku ilalang dengan bunga kapas...

CERPEN - GADIS KECIL DENGAN TANYA (Karya Yogua Ziafa)

Image
  (Sumber gambar: Koleksi pribadi) Saat menginjak dewasa, banyak pertanyaan yang muncul di kepala. Tapi tak jarang pertanyaan itu dibiarkan begitu saja. Mengapa? Sebab, tak sedikit orang dewasa yang takut dianggap lemah, konyol, serta dianggap tak berdaya jika bertanya. Lebih baik mereka menyimpannya. Tak sedikit orang dewasa yang menganggap bahwa dunia ini sudah tak lagi ramah.    Aku pun merupakan satu dari banyaknya orang dewasa yang merasa kalau dunia ini sudah tak lagi ramah. Saat aku kecil, aku tak perlu berpikir panjang dulu untuk bertanya:  Mengapa aku jadi manusia? Kalau aku jadi sendok, emm ... atau jadi penghapus, bisa tidak ya? Lalu setelah pertanyaan itu, ada jawaban lembut yang menyambutku.  Lho, kenapa sayang, kok kamu pengen jadi sendok? Manusia itu spesial tau. Sendok tidak punya hidung, jadi tidak bisa mencium wangi cake buatan Bunda. Manusia punya hidung, kita bisa menghirup udara segar manapun yang kita mau . Lalu setelah itu ada t...